BENTUK TERAPI KOMPLEMENTER
MEDITASI DAN IMAGERY
MAKALAH
Untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Terapi Komplementer
Disusun
Oleh:
Kelompok
5
1.
Ahmad
Jalaludin Mujahid
2.
Asih
Septianingsih
3.
Heri
Herdiana
4.
Irna
Karlina
5.
Novi
Riyanti
6.
Pujiono
Palguna
7.
Sinta
Ria
S1
KEPERAWATAN TK.4
STIKES
YPIB MAJALENGKA
Jln.Gerakan
Koperasi No.003 Majalengka 45411
2016/2017
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur ke hadirat
Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan penulisan makalah tentang “Bentuk
Terapi Komplementer Meditasi dan Imagery” ini dengan baik. Makalah ini
dipergunakan untuk memenuhi tugas mata kuliah Terapi Komplementer di STIKes
YPIB Majalengka.
Dalam menyusun makalah ini,
penulis banyak mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, baik dalam
bentuk moril maupun materil. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada
berbagai pihak yang telah membantu sehingga penulisan makalah ini dapat
diselesaikan tepat pada waktunya.
Kami menyadari makalah ini
masih jauh sempurna, oleh karena itu, kami mengharapkan masukan baik kritik
maupun saran yang sifatnya membangun dari para pembaca untuk kesempurnaan
makalah ini.
Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca pada umumnya, serta tenaga kesehatan pada khususnya.
Akhir kata dari penulis, semoga Allah SWT selalu memberikan petunjuk, hidayah
dan rahmat-Nya bagi kita semua, Amin.
Majalengka, September 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................... i
DAFTAR ISI............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang .......................................................................... 1
B. Tujuan Pembelajaran
................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN TERAPI KOMPLEMENTER
A. Definisi
Terapi Komplementer .................................................. 3
B. Jenis-jenis
Terapi Komplementer .............................................. 3
C. Fokus
Terapi Komplementer ..................................................... 4
D. Peran
Perawat dalam Terapi Komplementer ............................. 4
E. Teknik
Terapi Komplementer .................................................... 4
F. Persyaratan
dalam Terapi Komplementer ................................. 5
BAB III PEMBAHASAN TERAPI MEDITASI
A. Definisi
Terapi Meditasi .......................................................... 6
B. Tujuan
Meditasi ....................................................................... 7
C. Manfaat
dan Kegunaan Meditasi ............................................ 7
D. Sikap
Mental dalam Meditasi .................................................. 8
E. Cara
Melakukan Meditasi ........................................................ 9
F. Praktik
Meditasi ....................................................................... 10
G. Posisi
Tubuh ............................................................................. 10
H. Posisi
Duduk ............................................................................ 11
I. Pengertian
yang Salah Tentang Meditasi ................................. 11
J. Permasalahan
dalam Meditasi .................................................. 11
BAB IV PEMBAHASAN TERAPI IMAJINASI TERBIMBING
A. Definisi
Imajinasi Terbimbing ................................................... 13
B. Manfaat
Imajinasi Terbimbing .................................................. 13
C. Dasar
Imajinasi Terbimbing ...................................................... 13
D. Proses
Asosiasi Imajinasi .......................................................... 14
E. Macam
Teknik Imajinasi Terbimbing ........................................ 15
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
.............................................................................. 16
B. Saran ........................................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perkembangan terapi komplementer akhir-akhir ini
menjadi sorotan banyak negara. Pengobatan komplementer atau alternatif menjadi
bagian penting dalam pelayanan kesehatan di Amerika Serikat dan negara lainnya
(Snyder & Lindquis, 2002). Estimasi di Amerika Serikat 627 juta orang
adalah pengguna terapi alternatif dan 386 juta orang yang mengunjungi praktik
konvensional (Smith et al., 2004). Data lain menyebutkan terjadi peningkatan
jumlah pengguna terapi komplementer di Amerika dari 33% pada tahun 1991 menjadi
42% di tahun 1997 (Eisenberg, 1998 dalam Snyder & Lindquis, 2002). Klien
yang menggunakan terapi komplemeter memiliki beberapa alasan. Salah satu
alasannya adalah filosofi holistik pada terapi komplementer, yaitu adanya
harmoni dalam diri dan promosi kesehatan dalam terapi komplementer. Alasan
lainnya karena klien ingin terlibat untuk pengambilan keputusan dalam
pengobatan dan peningkatan kualitas hidup dibandingkan sebelumnya. Sejumlah 82%
klien melaporkan adanya reaksi efek samping dari pengobatan konvensional yang
diterima menyebabkan memilih terapi komplementer (Snyder & Lindquis, 2002).
Terapi komplementer yang ada menjadi salah satu pilihan pengobatan masyarakat.
Di berbagai tempat pelayanan kesehatan tidak sedikit klien bertanya tentang
terapi komplementer atau alternatif pada petugas kesehatan seperti dokter
ataupun perawat. Masyarakat mengajak dialog perawat untuk penggunaan terapi
alternatif (Smith et al., 2004). Hal ini terjadi karena klien ingin mendapatkan
pelayanan yang sesuai dengan pilihannya, sehingga apabila keinginan terpenuhi
akan berdampak ada kepuasan klien. Hal ini dapat menjadi peluang bagi perawat
untuk berperan memberikan terapi komplementer. Peran yang dapat diberikan
perawat dalam terapi komplementer atau alternatif dapat disesuaikan
dengan peran perawat yang ada, sesuai dengan batas kemampuannya. Pada
dasarnya, perkembangan perawat yang memerhatikan hal ini sudah ada. Sebagai
contoh yaitu American HolisticNursing Association (AHNA), Nurse
HealerProfesional Associates (NHPA) (Hitchcock et al., 1999). Ada pula National
Center forComplementary/Alternative Medicine (NCCAM) yang berdiri tahun
1998 (Snyder & Lindquis, 2002).
Kebutuhan masyarakat yang meningkat dan berkembangnya
penelitian terhadap terapi komplementer menjadi peluang perawat untuk
berpartisipasi sesuai kebutuhan masyarakat. Perawat dapat berperan sebagai
konsultan untuk klien dalam memilih alternatif yang sesuai ataupun membantu
memberikan terapi langsung. Namun, hal ini perlu dikembangkan lebih lanjut
melalui penelitian (evidence-based practice) agar dapat dimanfaatkan
sebagai terapi keperawatan yang lebih baik.
B. Tujuan
Pembelajaran
Tujuan Umum
:
Mahasiswa
mampu mengetahui konsep dasar terapi komplementer, imajinasi terbimbing dan
terapi meditasi.
Tujuan
Khusus :
1.
Mahasiswa
mampu menyebutkan definisi terapi komplementer, imajinasi terbimbing dan terapi
meditasi.
2.
Mahasiswa
mampu menyebutkan jenis- jenis terapi komplementer, imajinasi terbimbing dan
terapi meditasi.
3.
Mahasiswa
mampu menyebutkan fokus terapi komplementer, imajinasi terbimbing dan terapi
meditasi.
4.
Mahasiswa
mampu menyebutkan peran perawat dalam terapi komplementer, imajinasi terbimbing
dan terapi meditasi.
BAB II
PEMBAHASAN TERAPI KOMPLEMENTER
A.
Definisi Terapi Komplementer
Menurut WHO (World Health Organization), pengobatan
komplementer adalah pengobatan non-konvensional yang bukan berasal dari negara
yang bersangkutan. Jadi untuk Indonesia, jamu misalnya, bukan termasuk
pengobatan komplementer tetapi merupakan pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional
yang dimaksud adalah pengobatan yang sudah dari zaman dahulu digunakan dan
diturunkan secara turun – temurun pada suatu negara. Tapi di Philipina
misalnya, jamu Indonesia bisa dikategorikan sebagai pengobatan komplementer.
Terapi komplementer adalah cara Penanggulangan Penyakit yang dilakukan sebagai
pendukung kepada Pengobatan Medis Konvensional atau sebagai Pengobatan Pilihan
lain diluar Pengobatan Medis yang Konvensional.
Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Kesehatan Dunia
pada tahun 2005, terdapat 75 – 80% dari seluruh penduduk dunia pernah menjalani
pengobatan non-konvensional. Di Indonesia sendiri, kepopuleran pengobatan
non-konvensional, termasuk pengobatan komplementer ini, bisa diperkirakan dari
mulai menjamurnya iklan – iklan terapi non – konvensional di berbagai media
B. Jenis
– Jenis Terapi Komplementer
1. Praktek-praktek
penyembukan tradisional seperti ayurweda dan akupuntur.
2. Terapi fisik
seperti chiropractic, pijat, dan yoga.
3. Homeopati
atau jamu-jamuan.
4. Pemanfaatan
energi seperti terapi polaritas atau reiki
5. Teknik-teknik
relaksasi, termasuk meditasi dan visualisasi.
6. Suplemen
diet, seperti vitamin dan mineral
C. Fokus
Terapi Komplementer
1. Pasien dengan penyakit jantung.
2. Pasien dengan autis dan hiperaktif
3. Pasien kanker
D. Peran
Perawat Dalam Terapi Komplementer
1. Perawat adalah sebagai pelaku dari
terapi komplementer selain dokter dan praktisi terapi.
2. Perawat dapat melakukan intervensi
mandiri kepada pasien dalam fungsinya secara holistik dengan memberikan advocate
dalam hal keamanan, kenyamanan dan secara ekonomi kepada pasien.
E.
Teknik Terapi Komplementer
Di
Indonesia ada 3 jenis teknik pengobatan komplementer yang telah ditetapkan oleh
Departemen Kesehatan untuk dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan
konvensional, yaitu sebagai berikut :
1.
Akupuntur
Akupunktur medik yang dilakukan oleh
dokter umum berdasarkan kompetensinya. Metode yang berasal dari Cina ini
diperkirakan sangat bermanfaat dalam mengatasi berbagai kondisi kesehatan
tertentu dan juga sebagai analgesi (pereda nyeri). Cara kerjanya adalah dengan
mengaktivasi berbagai molekul signal yang berperan sebagai komunikasi antar
sel. Salah satu pelepasan molekul tersebut adalah pelepasan endorphin
yang banyak berperan pada sistem tubuh.
2. Terapi hiperbarik
Terapi heperbarik yaitu suatu metode
terapi dimana pasien dimasukkan ke dalam sebuah ruangan yang memiliki tekanan
udara 2 – 3 kali lebih besar daripada tekanan udara atmosfer normal (1
atmosfer), lalu diberi pernapasan oksigen murni (100%). Selama terapi, pasien
boleh membaca, minum, atau makan untuk menghindari trauma pada telinga akibat
tingginya tekanan udara.
3. Terapi herbal medik
Terapi herbal medik yaitu terapi
dengan menggunakan obat bahan alam, baik berupa herbal terstandar dalam
kegiatan pelayanan penelitian maupun berupa fitofarmaka. Herbal terstandar
yaitu herbal yang telah melalui uji preklinik pada cell line atau hewan
coba, baik terhadap keamanan maupun efektivitasnya. Terapi dengan menggunakan
herbal ini akan diatur lebih lanjut oleh Departemen Kesehatan Republik
Indonesia.
Dari 3 jenis teknik pengobatan
komplementer yang ada, daya efektivitasnya untuk mengatasi berbagai jenis
gangguan penyakit tidak bisa dibandingkan satu dengan lainnya karena masing –
masing mempunyai teknik serta fungsinya sendiri – sendiri. Terapi hiperbarik
misalnya, umumnya digunakan untuk pasien – pasien dengan gangren supaya
tidak perlu dilakukan pengamputasian bagian tubuh. Terapi herbal,
berfungsi dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara, terapi akupunktur
berfungsi memperbaiki keadaan umum, meningkatkan sistem imun tubuh, mengatasi
konstipasi atau diare, meningkatkan nafsu makan serta menghilangkan atau
mengurangi efek samping yang timbul akibat dari pengobatan kanker itu sendiri,
seperti mual dan muntah, fatigue (kelelahan) dan neuropati.
F.
Persyaratan Dalam Terapi
Komplementer
Ada beberapa persyaratan yang harus
dipenuhi, yaitu sebagai berikut :
1. Sumber daya manusia harus tenaga
dokter dan atau dokter gigi yang sudah memiliki kompetensi.
2. Bahan yang digunakan harus yang
sudah terstandar dan dalam bentuk sediaan farmasi.
3. Rumah sakit yang dapat melakukan
pelayanan penelitian harus telah mendapat izin dari Departemen Kesehatan
Republik Indonesia dan akan dilakukan pemantauan terus – menerus
BAB III
PEMBAHASAN TERAPI MEDITASI
A.
Definisi Terapi Meditasi
Dalam
kamus, meditasi
adalah:
1. Tindakan
meditatif
atau pikiran yang terus mendalam.
2. Refleksi
yang mendalam tentang berbagai hal sebagai tindakan kebaktian agama (ibadah).
3. Perhatian yang
terus-menerus terhadap subjek tertentu.
4. Refleksi terhadap sebuah
subjek; kontemplasi.
Praktik relaksasi yang melibatkan pengosongan pikiran
dari semua hal yang menarik, membebani, maupun mencemaskan dalam hidup kita
sehari-hari. Makna harfiah meditasi adalah kegiatan mengunyah-unyah atau membolak-balik dalam
pikiran, memikirkan, merenungkan. Arti definisinya, meditasi adalah kegiatan
mental terstruktur, dilakukan selama jangka waktu tertentu, untuk menganalisis,
menarik kesimpulan, dan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk menyikapi,
menentukan tindakan atau penyelesaian masalah pribadi, hidup, dan perilaku.
Dengan kata lain, meditasi melepaskan kita dari
penderitaan pemikiran baik dan buruk yang sangat subjektif yang secara proporsional berhubungan langsung dengan kelekatan kita
terhadap pikiran dan penilaian tertentu. Kita mulai paham bahwa hidup merupakan
serangkaian pemikiran, penilaian, dan pelepasan subjektif yang tiada habisnya
yang secara intuitif mulai kita lepaskan. Dalam keadaan pikiran
yang bebas dari
aktivitas berpikir, ternyata manusia tidak mati, tidak juga pingsan, dan tetap sadar. Guruterbaik untuk meditasi adalah pengalaman. Tidak ada guru, seminar, atau buku-buku meditasi yang dapat mengajarkan secara pasti
bagaimana seharusnya kita melakukan hidup bermeditasi.Setiap orang dapat secara
bebas memberikan nilai-nilai tersendiri tentang arti meditasi bagi
kehidupannya. Oleh karena hanya dengan mempraktekkan meditasi dalam hidup,
orang bisa merasakan manfaat suatu perjalanan meditasi. Ada banyak arti tentang
meditasi, di antaranya adalah:
1. Meditasi adalah jalan untuk masuk dalam kesadaran
jiwa.
4. Meditasi adalah jalan untuk mengubah hidup
anda.
5. Meditasi adalah jalan untuk meraih ketenangan
batin.
B.
Tujuan Meditasi
Tujuannya adalah
mencapai kesempurnaan diri dari semua sifat luhur dan bajik yang masih tertidur
dalam pikiran bawah sadar.
Tujuan ini mengandung lima
elemen:
1.
Memurnikan pikiran
2.
Menanggulangi
kesedihan dan duka cita
3.
Mengatasi penderitaan
dan ratap tangis
4.
Melangkah pada jalan
menuju tercapainya kedamaian abadi
5.
Mencapai kebahagiaan
dengan mengikuti jalan tersebut.
C.
Manfaat
dan Kegunaan Meditasi
Meditasi sering diartikan secara salah,
dianggap sama dengan melamun sehingga meditasi dianggap hanya membuang waktu dan tidak ada gunanya. Meditasi justru
merupakan suatu tindakan sadar karena orang yang melakukan meditasi tahu dan
paham akan apa yang sedang dia lakukan. Manfaat meditasi yang kita lakukan bisa
secara langsung maupun tidak langsung kita rasakan secara fisik. Salah satu
manfaat tersebut adalah kesembuhan yang kita peroleh, jika kita menderita sakit
tertentu. Dari sudut pandang fisiologis, meditasi adalah anti-stres yang paling baik. Saat anda mengalami
stres, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, pernapasan menjadi cepat dan pendek, dan kelenjar adrenalin memompa hormon-hormon stres.
Selama anda melakukan meditasi, detak jantung
melambat, tekanan darah menjadi normal, pernapasan menjadi tenang, dan tingkat
hormon stres menurun. Selama meditasi,
lama-kelamaan Anda bisa mendengarkan denyutan jantung, bahkan lebih lanjut lagi
Anda dapat mengkoordinasikan irama denyut
jantung dengan irama keluar masuknya napas. Di masa lalu testimoni mengenai manfaat
meditasi datang hanya dari orang-orang yang mempraktikkan meditasi, saat ini
ilmu pengetahuan menunjukkan manfaat meditasi secara objektif.
Riset atas para pendeta oleh Universitas
Wisconsin menunjukkan bahwa praktik meditasi melatih otak untuk menghasilkan
lebih banyak gelombang Gamma, yang dihasilkan saat orang merasa bahagia. Dari penelitian terungkap bahwa meditasi dan cara relaksasi lainnya bermanfaat untuk mengatasi gangguan fungsi
ginjal dengan
meningkatkan produksi melatonin dan serotonin serta menurunkan hormon
streskortisol. Dr. Herbert Benson, seorang ahli jantung dari
Universitas Harvard, adalah orang pertama yang dengan penuh keyakinan
menggabungkan manfaat meditasi dengan pengobatan gaya barat. Secara ilmiah, ia
menjelaskan manfaat-manfaat dari meditasi yang telah dipraktikkan orang selama
berabad-abad. Manfaat meditasi:
1. Apabila anda secara rutin melakukan meditasi,
organ-organ tubuh dan sel tubuh akan mengalami keadaan baik dan bekerja lebih
teratur.
2. Mampu mengatur dan mengendalikan orang lain
serta memaafkannya.
3. Mampu mengerti orang lain dan memaafkannya.
4. Selalu bertekun dalam hidup yang baik, sebagai
pembawa berkat bagi sesama.
5. Mampu menerima suka dan duka, kesulitan, dan
kebaikan hidup dengan baik.
D.
Sikap Mental Dalam Meditasi
1.
Jangan mengharapkan
apapun
2.
Jangan tegang
3.
Jangan terburu-buru
4.
Jangan melekati apa
pun dan jangan menolak apapun
5.
Lepaskan segala pikiran yang
terpendam
6.
Terimalah apapun yang
muncul
7.
Perlakukanlah diri
dengan lembut
8.
Selidikilah diri
sendiri
9.
Pandanglah semua
masalah sebagai tantangan
10.
Janganlah terjebak
dalam perbedaan
E.
Cara Melakukan Meditasi
Meditasi itu alami, organis, dan bukan barang impor. Ada
banyak cara untuk bermeditasi, termasuk meditasi sebagai gerakan atau tarian dan meditasi atas bunyi, musik, dan imajeri
visual. Ada yang melakukannya
sambil bervisualisasi, ada yang melakukannya sambil berkontemplasi ke dalam sebuah konsep (misalnya tentang cinta, kasih sayang, persahabatan, atau Tuhan), ada
yang melakukannya sambil merapal
mantra atau
melakukan afirmasi (meneguhkan diri dengan mengucapkan
kalimat-kalimat yang dapat memberikan motivasi), ada yang melakukannya sambil memandangi cahaya
lilin, dan
ada juga yang bermeditasi sambil mempertajam sensitivitas
indra tubuh
dan menghayatinya.
Untuk melakukan meditasi, Anda harus dapat
menurunkan frekuensi gelombang otak terlebih dulu dengan cara relaksasi. Kenali irama gelombang yang mengalir yang
sering mengacaukan peningkatan kesadaran dalam meditasi agar dapat menemukan
cara yang khas untuk membuatnya menjadi selaras. Ada banyak buku bagus mengenai
teknik bermeditasi, tapi berikut dasar-dasarnya:
1. Cari tempat yang tenang.
2. Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman.
3. Bagi sebagian orang duduk bersila terasa tenang. Anda boleh duduk di atas
bantalan atau handuk. Anda
juga bisa menggunakan kursi, tapi usahakan duduk hanya pada setengah bagian
depan kursi. Ada orang-orang yang suka memakai handuk atau syal pada bahu untuk mencegah kedinginan.
4. Bahu Anda harus rileks dan tangan diletakkan di
pangkuan.
5. Buka mata setengah tanpa benar-benar menatap
apa pun.
6. Jangan berusaha mengubah pernapasan Anda
biarkan perhatian Anda terpusat pada aliran
napas. Tujuannya adalah agar
kehebohan dalam pikiran Anda perlahan menghilang.
7. Lemaskan setiap otot pada tubuh Anda. Jangan
tergesa-gesa, perlu waktu untuk bisa rileks sepenuhnya; lakukan sedikit demi
sedikit, dimulai dengan ujung kaki dan terus ke atas sampai kepala.
Waktu yang baik untuk melakukan meditasi adalah
antara pukul 02.00-04.00 dini hari atau subuh. Namun, jika waktu tersebut tidak
memungkinan maka dapat dipilih waktu yang cocok tanpa gangguan saat melakukan
meditasi.
F.
Praktik Meditasi
Yang harus diingat dalam meditasi:
1. Anda sedang mempraktikan
Sati
2. Mengolah Sati dan merealisasikannya
3. Ingin tahu cara kerja kompleks mind body and
soul
4. Terbebas dari kebencian psikologis
G.
Posisi Tubuh
1. Posisi
tubuh dan peraturan umumnya
2. Membuat
tubuh terasa stabil
3. Posisi-posisi
ini membantu tidak bergeratknya fisik yang kemudian terefleksi dalam tidak
bergeraknya pikiran.
4. Posisi-posisi
ini membuat anda mampu duduk dalam waktu yang lama, tanpa menyerah pada tiga
musuh utama meditator: rasa sakit, ketegangan
otot, jatuh tertidur.
H.
Posisi Duduk
Posisi duduk pun juga ada beberapa ragam, seperti:
1. Gaya Indian Amerika.
2. Gaya Burma
3. Setengah teratai.
4. Teratai penuh.
5. Bisa juga menggunakan kursi.
I.
Pengertian yang Salah Tentang Meditasi
1.
Meditasi hanyalah
suatu teknik relaksasi
2.
Meditasi berarti
masuk ke dalam trans (keadaan tak sadar)
3.
Meditasi merupakan
praktek misterius yang tidak dapat dipahami
4.
Tujuan meditasi
adalah menjadi superman praktis
5.
Meditasi itu
berbahaya dan orang bijak harus menghindarinya
6.
Meditasi itu untuk
orang suci dan bukan untuk orang awam
7.
Meditasi berarti
melarikan diri dari realitas
8.
Meditasi adalah cara
yang ampuh untuk merasa di awang-awang
9.
Meditasi itu egois
10.
Ketika meditasi anda
duduk memikirkan buah pikir yang agung
11.
Meditasi beberapa
minggu akan melenyapkan masalah
J.
Permasalahan dalam Meditasi
1.
Rasa sakit fisik
2.
Kaki yang kesemutan
3.
Sensasi Aneh
4.
Rasa Mengantuk
5.
Tidak mampu berkosentrasi
6.
Bosan
7.
Takut
8.
Berusaha terlalu keras
9.
Patah Semangat
10.
Penolakan terhadap meditasi
11.
Rasa Malas
BAB IV
PEMBAHASAN TERAPI IMAJINASI
TERBIMBING
A.
Definisi Imajinasi Terbimbing
Imajinasi
terbimbing atau imajinasi mental merupakan suatu teknik untuk mengkaji kekuatan
pikiran saat sadar maupun tidak sadar untuk menciptakan bayangan gambar yang
membawa ketenangan dan keheningan (National Safety Council,2004).
Imajinasi
terbimbing adalah sebuah teknik relaksasi yang bertujuan untuk mengurangi
stress dan meningkatkan perasaan tenang dan damai serta merupakan obat penenang
untuk situasi yang sulit dalam kehidupan.
B.
Manfaat Imajinasi Terbimbing
Imajinasi
terbimbing merupakan salah satu jenis dari teknik relaksasi sehingga manfaat
dari teknik ini pada umumnya sama dengan manfaat dari teknik relaksasi yang
lain. Para ahli dalam bidang teknik imajinasi terbimbing berpendapat bahwa
imajinasi merupakan penyembuh yang efektif. Teknik ini dapat mengurangi nyeri,
mempercepat penyembuhan dan membantu tubuh mengurangi berbagai macam penyakit
seperti depresi, alergi dan asma (Holistic-online,2006).
C.
Dasar Imajinasi Terbimbing
Imajinasi
merupakan bahasa yang digunakan oleh otak untuk berkomunikasi dengan tubuh.
Segala sesuatu yang kita lakukan akan diproses oleh tubuh melalui bayangan.
Imajinasi terbentuk melalui rangasangan yang diterima oleh berbagai indera
seperti gambar aroma, rasa suara dan sentuhan (Holistic-online, 2006). Respon
tersebut timbul karena otak tidak mengetahui perbedaan antara bayangan dan
aktifitas nyata. Penelitian membuktikan bahwa dengan menstimulasi otak melalui
imajinasi dapat menimbulkan pengaruh langsung pada system saraf dan endokrin
(Tusek, 2000).
D.
Proses Asosiasi Imajinasi
Imajinasi
terbimbing merupakan suatu teknik yang menuntut seseorang untuk membentuk
sebuah bayangan/imajinasi tentang hal-hal yang disukai. Imajinasi yang
terbentuk tersebut akan diterima sebagai rangsang oleh berbagai indra, kemudian
rangsangan tersebut akan dijalankan ke batang otak menuju sensor thalamus. Di talamus
rangsang diformat sesuai dengan bahasa otak, sebagian kecil rangsangan itu
ditransmisikan ke amigdala dan hipokampus sekitarnya dan sebagian besar lagi
dikirim ke korteks serebri, dikorteks serebri terjadi proses asosiasi pengindraan
dimana rangsangan dianalisis, dipahami dan disusun menjadi sesuatu yang nyata
sehingga otak mengenali objek dan arti kehadiran tersebut. Hipokampus berperan
sebagai penentu sinyal sensorik dianggap penting atau tidak sehingga jika
hipokampus memutuskan sinyal yang masuk adalah penting maka sinyal tersebut
akan disimpan sebagai ingatan. Hal – hal yang disukai dianggap sebagai sinyal
penting oleh hipokampus sehingga diproses menjadi memori. Ketika terdapat
rangsangan berupa bayangan tentang hal – hal yang disukai tersebut, memori yang
telah tersimpan akan muncul kembali dan menimbulkan suatu persepsi dari
pengalaman sensasi yang sebenarnya, walaupun pengaruh / akibat yang timbul
hanyalah suatu memori dari suatu sensasi (Guyton&Hall, 1997).
Amigdala merupakan area perilaku kesadaran yang bekerja pada tingkat bawah sadar. Amigdala berproyeksi pada jalur system limbic seseorang dalam hubungan dengan alam sekitar dan pikiran. Berlandaskan pada informasi ini, amigdala dianggap membantu menentukan pola respon perilaku seseorang sehingga dapat menyesuaikan diri dengan setiap keadaan. Dari hipokampus rangsangan yang telah mempunyai makna dikirim ke amigdala. Amigdala mempunyai serangkaian tonjolan dengan reseptor yang disiagakan untuk berbagai macam neurotransmitter yang mengirim rangsangan kewilayah sentralnya sehingga terbentuk pola respons perilaku yang sesuai dengan makna rangsangan yang diterima (Guyton&Hall, 1997).
Amigdala merupakan area perilaku kesadaran yang bekerja pada tingkat bawah sadar. Amigdala berproyeksi pada jalur system limbic seseorang dalam hubungan dengan alam sekitar dan pikiran. Berlandaskan pada informasi ini, amigdala dianggap membantu menentukan pola respon perilaku seseorang sehingga dapat menyesuaikan diri dengan setiap keadaan. Dari hipokampus rangsangan yang telah mempunyai makna dikirim ke amigdala. Amigdala mempunyai serangkaian tonjolan dengan reseptor yang disiagakan untuk berbagai macam neurotransmitter yang mengirim rangsangan kewilayah sentralnya sehingga terbentuk pola respons perilaku yang sesuai dengan makna rangsangan yang diterima (Guyton&Hall, 1997).
E.
Macam Teknik Imajinasi Terbimbing
Berdasarkan
pada penggunaannya terdapat beberapa macam teknik imajinasi terbimbing
(holistic-online.2006) :
1.
Guided
Walking Imagery
Teknik ini ditemukan oleh
psikoleuner. Pada teknik ini pasien dianjurkan untuk mengimajinasikan
pemandangan standar seperti padang rumput, pegunungan, pantai dll. kemudian
imajinasi pasien dikaji untuk mengetahui sumber konflik.
2.
Autogenic
Abeaction
Dalam teknik ini pasien diminta
untuk memilih sebuah perilaku negatif yang ada dalam pikirannya kemudian pasien
mengungkapkan secara verbal tanpa batasan. Bila berhasil akan tampak perubahan
dalam hal emosional dan raut muka pasien
3.
Covert
sensitization
Teknik ini berdasar pada paradigma
reinforcement yang menyimpulkan bahwa proses imajinasi dapat dimodifikasi
berdasarkan pada prinsip yang sama dalam modifikasi perilaku.
4.
Covert
Behaviour Rehearsal
Teknik ini mengajak seseorang untuk
mengimajinasikan perilaku koping yang dia inginkan. Teknik ini lebih banyak
digunakan.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perawatan
kesehatan yang tidak termasuk dalam standar praktek pengobatan berat disebut “alternative”
atau “komplementer”.
Meditasi
adalah kegiatan mental terstruktur, dilakukan dalam jangka waktu tertentu,
untuk menganalisis, menarik kesimpulan, dan mmengambil langkah-langkah lebih
lanjut untuk menyikapi menentukan tindakan atau penyelesaian masalah pribadi,
hidup dan perilaku. Manfaat meditasi dapat kita rasakan secara fisik baik
langsung maupun tidak langsung, salah satunya adalah kesembuhan yang kita
peroleh jika kita menderita sakit tertentu. Selama melakukan meditasi, detak
jantung melambat, tekanan darah menjadi normal, pernapasan menjadi tenang, dan
tingkat hormone stress menurun.
Imajinasi
terbimbing adalah sebuah teknik relaksasi yang bertujuan untuk mengurangi
stress dan meningkatkan perasaan tenang dan damai serta merupakan obat penenang
untuk situasi yang sulit dalam kehidupan. Teknik ini dapat mengurangi nyeri,
mempercepat penyembuhan dan membantu tubuh mengurangi berbagai macam penyakit
seperti depresi, alergi dan asma.
Imajinasi
terbentuk melalui rangsangan yang diterima oleh berbagai indera seperti gambar
aroma, rasa suara dan sentuhan. Respon tersebut timbul karena otak tidak
mengetahui perbedaan antara bayangan dan aktivitas nyata.
B.
Saran
1. Tidak
ada salahnya kita mencoba terapi komplementer seperti meditasi dan imagery
untuk menjaga kesehatan tubuh kita baik fisik maupun mental.
2. Jika
kita sedang depresi, apa salahnya kita mencoba melakukan meditasi untuk
menenangkan pikiran kita.
DAFTAR
PUSTAKA
Andrews, M., Angone, K.M., Cray, J.V.,
Lewis, J.A., & Johnson, P.H. (1999). Nurse’s handbook
of alternative and complementary therapies.
Pennsylvania: Springhouse
Widyatuti, W. 2008. Terapi Komplementer Dalam
Keperawatan. jki.ui.ac.id/index.php / jki/ articledownload
/200/pdf_65. Diakses tanggal 20 Februari 2015.
Hadibroto dan Alam, S. (2006). Seluk Beluk Pengobatan
Komplementer. Jakarta: Buana Ilmu Populer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar